Ratusan juta orang di dunia dipengaruhi oleh gangguan mental, perilaku, neurologis dan penyalahgunaan zat. Penyakit-penyakit ini sbenernya sudah mewabah sejak dulu, namun tak jarang kita menyadarinya. Penyakit semacam neurolgis sering kita menemukannya akan tetapi bagi kalangan masyarakat awam hal seperti itu dianggap biasa dan sudah lumrah, sebut saja misalnya penyakit BERBOHONG, yang istilah kerennya diekanl dengan Mythomania. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada thn 1905 oleh seorang psikiater bernama ferdinand dupre. mythomania adalah kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk menipu/mengelabuhi orang lain, tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri mempercayai/meyakini kebohongannya sendiri (HATI-HATI).
Secara Biologist (ala sayanetis Virgo) berpendapat bahwa penyakit mythomania ini barakar dari fungsi sedikit tertanggu di bagian lobus frontal (prefrontal tepatnya). Secara anatomi otak manusia di bagi menjadi: 1. Cerebrum (Otak Besar). Cerebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) Lobus Frontal Lobus Parietal Lobus Temporal Lobus Occipital. 2. Cerebellum (Otak Kecil), 3. Brainstem (Batang Otak), 4. Limbic System (Sistem Limbik). Ga usa dijelasin smua nanti kamu pusing. Untuk fungsi masing-masing bisa di lihat di internet. Hehehehehehee,.
Sedikit pengetahuan nih,. Korteks prefrontal ini memiliki fungsi untuk membedakan baik dan buruk, baik dan lebih baik, sama dan berbeda, mengatur emosi dan perilaku dengan mempertimbangkan konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan, bekerja dengan tujuan yang telah ditetapkan, ekspresi personal, membuat keputusan, memprediksi hasil atau perbuatan, serta kemampuan kontrol perilaku sosial dan seksual. Banyak juga kelainan-kelainan neurologis yang diduga terjadi karena disfungsi dari korteks prefrontal ini yaitu skizofrenia, kelainan bipolar dan ADHD.
Kebohongan itu identik cara menerima informasi (skema) pada lobus korteks prefrontal yang menerus terpaut pada satu informasi saja (Ingat perkataan dosen mata kuliah Biologi Manusia sewaktu saya mendulang ilmu dulu), artinya di dalam system otaknya hanya mengenal satu stimulus dan stimulus tadi ditangkap terus menerus dan dianggap sebagai informasi baru dan hal ini berlangsung secara kontinu dan akan berakibat pada kelainan otak karena fungsi otak yang lain tidak berekembang,. Jadi ibaratnya seperti evolusi Darwin lah, kalau saudara-saudara tau istilah use dan disuse. Dan kebohongatnya itu sama dengan kejahatan, hal ini sejalan juga dengan kerusakan otak di lobus korteks prefrontal tadi. Keruskan tersebut bisa karena kerusakan secara fisik seperti terbentur atau kerusakan secara psikolgis (akibat pengambilan skema tadi) yang berakibat pada kerusakan anatomi.
Makna kebohongan yang lain adalah sama dengan DOSA. Dalam alqu’ran juga sudah dijelaskan. Allah berfirman di dalam al-Quran tentang salah satu kejahatan orang kafir yang melarang Nabi Muhammad SAW untuk shalat di Ka’bah: “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun-nya, (yaitu ) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. (QS al -Alaq : 15 -16)
Ayat ini mungkin mengingatkan anda pada penjelasan korteks prefrontal. Seperti yang sudah dijelaskan di atas korteks prefrontal untuk merencanakan, memotivasi, dan memulai perbuatan baik maupun buruk dan bertanggung jawab untuk menceritakan kebohongan dan mengatakan kebenaran. Mungkin bisa disimpulkan bahwa bagian atok labus frontal dapat menciptakan kebohongan dan perbuatan penuh dosa ketika seseorang berbohong atau melakukan sebuah dosa, hal ini sejalan dengan ayat diatas.
semoga banyak yang sadar setelah baca blog ini,. mohon kriktik dan sarannya, karena saya sadar tulisan ini masih jauh dari sempurna,.
hmm..postingan yang bgus..nice..tapi saya belum pham btul pak scientist..pada postingan anda, dikatakan kebohongan itu identik dengan cara menerima informasi (skema) pada lobus korteks prefrontal yang menerus terpaut pada satu informasi saja, artinya di dalam system otaknya hanya mengenal satu stimulus dan stimulus tadi ditangkap terus menerus dan dianggap sebagai informasi baru dan hal ini berlangsung secara kontinu dan berakibat pada kelainan otak karena fungsi otak yang lain tidak berekembang. nah pertanyaan saya, mengapa skema penerimaan informasi otak seseorang tersebut hanya mengenal satu stimulus saja? apakah skema dan stimulus ini ada kaitannya dengan kerja bawah sadar otak? dan kenapa pula bagian otak lainnya tidak berkembang?
untuk dalil al-qurannya coba diperbanyak ya..but overall, it’s nice post..
saya juga susah membahasakannnya brader, tp saya faham maksudnya,. gimana yaaaa?
apa yg sodara edu tau bahwa yg mengkoordinasikan seluruh kegiatan tubuh adalah otak dan . dan Sum-sum tulang belakang. nah otak itu bekerja secara sadar, misalnya gn, clo saudara edu melihat rambutan pasti saudara edu bilang itu rambutan kan, dan saudara edu melihat kucing misalnya pasti saudara edu blg itu kucing., dst,. artinya setiap ada setiap ada informasi baru, otak menerjemahkan yg baru juga (A diterjemahkan A, B diterjemahkan B, bukan A diterjemahkan B, nah ini maksud saya skema sodara edu,. org yg mengenal satu skema adalah org yg cuma tau B aja, nah pasti sodara edu bertanya knapa hal ini bs terjadi? nanti saya jelaskan?),. seperti kasus yg disini adalah maslah b’bohong,. otak si LIAR itu juga sama dgn yg sy jelaskan td, A diterjemahkan B, setiap ada informsi (stimulus) diterjemahkan B terus demikian dan seterusnya, artinya berarti tdk adanya sinkronisasi antara stimulus yg dia peroleh dgn kerja otaknya, artinya sistem koordinasi otaknya sudah mulai terganggu. sedikit pengetahuan ni brader (eh sodara edu hehehe), di otak itu ada namanya istilah pada proses Pembelajaran (learning) dan Pelatihan (training), org yg terkena kasus disni adalah otaknya ga learning, inilah jawaban atas pertanyaan yg di ats td brader,. kira2 begini kurang lbh alurnya: Infomasi-identifikasi-proses-perintah, org yg ga learning itu mungkin spt ini, setiap ada informasi, lansung msk ke perintah tanpa melalui identifikasi dan proses. informasi disini rangsangan atau stimulus lho (inget),. dan perlu diketahui, awalny ini berawal dr kebisaaan dan lama kelamaan krn dilakuin terus dan akhirnya jd kebisaan yg ga bs di hapus, itu sama dgn misalkan sodara edu cuma suka mpek2 doang dan ga bs makan ketoprak atau makanan lain krn sudah terbisa dgn mpek2, artinya sodara edu ga learning krn ga mau coba yg lain. nah alur kerja otak juga gambarannya kira2 seperti itu sodara edu.
dan pertanyaaan yg, apakah skema dan stimulus ini ada kaitannya dengan kerja bawah sadar otak? ada, di otak itu byk skema, setiap ada informasi br pasti dy ambil skema baru dan informasi yg dihasilkan juga baru (artinya kerja otak di bwh sadar ), tp org yg cuma ngambil satu skema aja, setiap ada inforamsi br diterjemahkan dgn yg lama, ini sbnenernya secara tdk langsung dan tdk menyadarinya bahwa dy diperdaya sm otaknya, apa yg dia lakiun itu bner menurut dy, tp kan secara skematik sbnernya salah, krn otaknya itu td memerintahkan dy spt itu, ini kerja otk di bwh tdk sadar (lg lagi gd learning)
kenapa pula bagian otak lainnya tidak berkembang? ya jelas athu brader,. saya kasi contohyaa,.seperti sekum (usus buntu) krn tdk terlalu berfungsi makanya dy tdk berkembang, yg brekembang malah usus halus dan colon. nah, seperti yg sodara edu tau, otak byk bagian2 dan fungsinya masing2, klo di pake terus2an cuma satu bagian saja, bs2 yg lain jd tdk berfungsi nantinya, Analoginya mungkin spt itu,. makanya jgn dibiasain hehheheehehe,.
maap ya brader panjang bgt penjelasannya, krn aku juga merasa susah bgt untuk mentrasfer ilmu ke dlm bahasa tulisan,. jd mohon maaf clo panjang krn aku berusaha mencoba gimana caranya biar org mengerti apa yg aku tulis,. hehehheee,.
hahahahaahahaa,. saya klo masalah dalil kurang byk tau brader, mungkin dirimu ahlinya,. oyuukk kita bersama2 blajar ilmu science dgn dasar ayat alqur’an, pasti kren deh nantinyaaaa,. eheheheheheheheee,. ditunggu sains landskap beserta dalil2 nya brader,.
hehhehehehe,.
buat kategori Job vacancy jg mas budi..